About this blog

Kamis, 30 April 2009

Dosa Kesengajaan

DOSA KESENGAJAAN

Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdoa. Yakobus 4:17

Ketika kita berbicara tentang dosa kita, biasanya kita mengacu kepada hal-hal buruk yang diperbuat orang - berbohong, mencuri, menghujat, membunuh, dan sebagainya. Terkadang kita lupa bahwa kita juga dapat berdosa karena hal-hal yang tidak kita lakukan. Ini adalah dosa kesengajaan, dan walaupun tidak kentara sifatnya, sama berbahayanya. Yakobus mengingatkan kita bahwa dosa bukanlah hanya melakukan hal-hal yang salah; melainkan juga termasuk tidak melakukan hal-hal yang benar.

Allah akan membimbing Anda untuk membagi iman Anda, menolong orang yang membutuhkan, atau mengampuni orang yang telah menyakiti Anda. Jika Anda menolak, Anda berdosa. Jika Anda menundanya, Anda berdosa. Mungkin Anda berasumsi bahwa Anda menjalani hidup tak bercacat karena tidak mencuri, tidak berbohong, atau menipu orang lain. Namun jika Anda tidak melakukan hal-hal yang Anda tahu telah Allah beritahu kepada Anda, Andapun berdosa.

Allah ingin menggunakan setiap orang dari kita untuk menjadi berkat bagi orang lainnya. Kita tidak akan pernah mengetahui, sisi sorga ini, bagaimana ketaatan kita dapat menjadi berkat bagi orang lain. Adalah lebih mudah bagi kita untuk melihat akibat-akibat dosa yang kelihatan, seperti bergosip, mencuri, atau membunuh. Lebih tidak kentara adalah mengetahui apa jadinya seandainya kita telah menanggapi bisikan Allah untuk melibatkan diri ditempat dimana Ia sedang berkarya. Ketika kita menolak untuk mentaati Allah, kita merampas seseorang, maupun diri sendiri, akan berkat Allah.

Sadarkah Anda akan hal-hal tertentu yang Allah ingin Anda lakukan? Apakah yang menahan Anda untuk mentaati-Nya hari ini?

Rabu, 29 April 2009

Satu Menit Saja

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke Gereja untuk disumbangkan; namun betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!
Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.

Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.
Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di Gereja lebih lama sedikit daripada biasa.
Betapa sulitnya untuk membaca satu ayat Kitab Suci tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di kursi paling belakang ketika berada di Gereja.

Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 40 hari ketika berpuasa.
Betapa sulitnya menyediakan waktu untuk ibadah; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam Kitab Suci ; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain. Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci.
Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.

Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api; namun kalau ada mail yang isinya tentang Kerajaan Allah betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan membukanya dan mensharingkannya, serta langsung klik pada icon DELETE.

Kita TERTAWA ...? atau kita BERPIKIR-PIKIR. ..?
Bersyukurlah kepada ALLAH, YANG MAHA BAIK.

Membaca Alkitab Menyehatkan

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh
Dr. Jeffrey Leven dan Dr. David Larsen ("Washington Times", 30 Juli 1996),
ternyata apabila seseorang rajin membaca Alkitab secara teratur, maka hal itu bukan saja berfaedah bagi kerohaniannya, tetapi juga berdampak baik buat kesehatan tubuhnya. Keduanya telah melakukan penelitian selama berbulan-bulan terhadap lebih dari 600 orang. Dan dari hasil penelitian mereka, disimpulkan bahwa ternyata mereka yang rajin membaca Alkitab secara teratur :

* Mempunyai tekanan darah yang stabil.

* Mempunyai tingkat stres (depresi) yang lebih kecil.

* Lebih sedikit ditemukan penderita penyakit jantung.

* Jarang yang kecanduan obat-obatan, narkoba, maupun alkohol.

* Jarang terjadi perceraian dalam pernikahannya.

* Secara umum memiliki tingkat kesehatan yang lebih baik.

Jangan membaca Alkitab tanpa kita sendiri tidak menyadari Akan apa makna dan manfaatnya. Bacalah Alkitab karena anda mengasihi Yesus dan ingin lebih lagi mengenal akan jalan-jalan- Nya.

"Semua tulisan yang diilhamkan Allah (seperti Alkitab), memang berguna untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran" (2 Timotius 3:16).